“BOPEL BOBOTOH NO NEUTEULI, NO SULIT NO LE’EH “


BOPEL.Ini lah nama komunitas Bobotoh ini. Mengenai arti kata BOPEL juga sebetulnya bingung singkatan dari apa Bopel itu, ada yang bilang BObotoh CePEL, ada juga BObotoh PErsib Lestari, tapi bagi anggota komunitas ini arti dari BOPEL sendiri adalah Bobotoh Cepel.

Crew BOTN yang menyempatkan mengikuti futsal BOPEL yang diadakan di bilangan di pusat Kota Jakarta mencoba mencari tahu tentang komunitas bobotoh Persib ini. Di Sela – sela futsal, BOTN berbincang – bincang dengan Kang Subhan. Dengan antusias akang yang satu ini menceritakan asal muasal BOPEL. Diawali dengan apa sebenernya makna dalam arti kata Cepel.

Lewat obrolan – obrolan santai, Kang Subhan mulai bercerita. Kata “Cepel” pertama kali tercetus sekitar tahun 2007-an lewat obrolan dan banyolan ringan diGuestbook sebuah situs unofficial bertema Persib , Pada awal berdirinya, bobotoh yang sering nongkrong di Guestbook ini adalah dari Yadoy (Yadi /Jakarta), oeang prayoga (Subhan/jakarta), Mang Jambu (Didan Ardan/Jakarta) a12ya (Arya Sahrial/jakarta), sisirkerep (Arif Baref/Jakarta), Zejen AlJhantan (Zejen/Jakarta), TheKarel (Risman/Jakarta), Abaz Djagal (Abaz/Cinere), DampalJurig (Komar/sukabumi), IndraNon (Indra/Kopo Bandung), Gokouw (Bandung) dan beberapa bobotoh lainnya.Hampir setiap hari rutin mengisi Guetboook di situs ini baik itu obrolan seputar persib, sepakbola Indonesia, sepakbola luar maupun banyolan2 yang membuat hari2 kami tertawa sambil bekerja. Entah siapa yang memulai tercetuslah kata “Cepel” yang sampai sekarang kami juga belum tahu apa artinya, tapi yang pasti,”cepel” artinya lebih ke bodorna urang sunda nyaeta Cawokah ” ungkap Kang Subhan sambil tertawa terbahak – bahak di iringi rekan – rekan yang lainnya.

Obrolan BOTN dengan Kang Subhan dan rekan yang lain sempat terhenti ketika waktu futsal sudah selesai. Para ” BOPEL FAMILY ” bergegas keluar dari lapang dengan peluh. Sudah menjadi kebiasaan para punggawa bopel, selesai melakukan aktifitas futsal melakukan acara wisata kuliner terlebih dahulu di selingi obrolan – obrolan ringan yang penuh canda.

Setelah menemukan tempat yang dianggap cocok, sambil menunggu makanan datang, obrolan BOPEL kembali dilanjutkan. “Seiring berjalannya waktu kita mengadakan kopi darat, tepatnya sekitar tahun 2008 BOPEL berkumpul di suatu tempat di cinere, dan disitulah kita mengenal satu sama lain, dari obrolan serius tentang Persib, sepakbola luar, canda tawa akhirnya tercetus ide “Bobotoh Cepel” dan terbentuklah blog http://bobotohcepel.blogspot.com ” ungkap Kang Subhan sambil meminum es jeruk yang terlalu dingin.

“Setelah hitungan bulan kita anggota kita bertambah banyak, kita sering mengadakan kegiatan-kegiatan rutin seperti nonbar Persib, Futsal Rutin, Ngaliwet, Jalan-jalan, dan Tour Persib bersama. Dari sini lah kita bisa saling mengenal satu sama lain dan timbul keakraban bak sebuah keluarga kecil bernama “BOPEL FAMILY”. Kalo ditanya Bopel itu ada organisasinya atau tidak, sebetulnya kita bukan struktur organisasi karena kita tidak punya ketua, wakil ketua, bendahara dll, karena kita hanya sekumpulan bobotoh yang punya hobi yang sama, cuma kita punya beberapa orang yang kita seniorkan / penasehat. Beliau biasanya menjadi moderator diantara kami”

“BOPEL BOTOTOH NO NEUTEULI, NO SULIT NO LE’EH “ itulah motto BOPEL yang artinya sekumpulan bobotoh Persib dan suka bercanda (kadang mungkin berlebihan), “NO NEUTEULI, NO SULIT NO LE’EH” artinya harus tahan mental kalo suatu saat di jadikan objek bercanda.

Untuk urusan mendukung PERSIB langsung ke stadion biasanya BOPEL tidak jalan sendiri.BOPEL bergabung dengan Viking Jakarta, karena sebagian besar dari kami tinggal di Jakarta dan kami selalu merasa bagian dari keluarga besar Viking Jakarta

Tak terasa, Malam pun semakin larut, makanan yang dihidangkan pun sudah ludes semua.Para punggawa BOPEL pun membubarkan. Perbincangan dengan BOTN pun terpaksa harus diakhiri. Terasa sekali keakraban dalam sebuah keluarga dalam komunitas kecil ini. Tapi yang pasti, motto “BOTOTOH NO NEUTEULI, NO SULIT NO LE’EH “ akan menjadi sebuah tali pengikat yang tidak akan putus bagi BOPEL.

Hatur Nuhun HIDUP PERSIB SALAWASNA! PERSIB NU AING!