Rabu sore, 27 Juni para awak media dikumpulkan, kabar burung mengatakan bahwa akan ada perdamaian antara TheJak Mania dengan Viking. Bahkan dengan cepat sebuah media online mengatakan bahwa Viking dan TheJak akan duduk bersamaan. Kegelisahan mulai muncul dari beberapa fans persib Club, tidakkah kabar itu terlalu mengagetkan atau tergesa-gesa?
Akhirnya sekitar pukul tiga sore sang wali kota datang dan bergegas duduk memberi salam pada para undangan dan tentunya pada wartawan yang sedari tadi menunggu lama. Kegelisahan terjawab sudah, keheranan perihal kehadiran TheJak yang tak kunjung datang kini terjawab. Sore itu memang sama sekali bukan aksi perdamaian, tapi rencana aksi perdamaian yang digagas oleh Wali Kota Bandung.
Ternyata aksi perdamaian itu akan diadakan pada tanggal 2 Juli yang kegiatannya dibarengi dengan Nonton Bareng Piala Eropa. Tidakkah ganjil disana? Para Viking diundang ke Jakarta dan akan menonton Piala Eropa, bertahun-tahun bermusuhan dan akan diselesaikan dengan nonton bareng Piala Eropa? Rasa pesimis sepertinya menghampiri setiap orang, bahkan rasanya masih ada ketakutan untuk datang ke Jakarta bagi para Viking setelah pertemuan 2 Juli itu.
Ketua Bomber bahkan menegaskan, ia sangat berat mengambil keputusan tersebut. Wajar, karena pendukung Persib tak hanya disebut Viking atau Bobotoh, bahkan kini ada lagi Bomber, Hooligan atau nama lain yang sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu mendukung Persib. Asep Abdul, ketua Bomber mengatakan sebenarnya perseteruan TheJak dan Viking merambat ke hampir semua komunitas Bobotoh, termasuk Bomber. Jadi perseteruan itu tak hanya melibatkan TheJak dan Viking, tapi sudah menular keseluruhan pada pendukung Persija dan Persib. Bahkan ialagi menegaskan bahwa semua itu harus dibicarakan secara serius dan disosialisasikan sampai ke akarnya, jangan hanya damai sekedar di kalangan elit.
Namun Wali Kota, perwakilan Kasatlantas, Kodim dan yang lainnya termasuk Heru Joko dengan berani menyuarakan aksi damai dan mau mempertanggung jawabkan bahwa Viking bisa damai. Ternyata pemerintah kota Bandung sebelumnya sudah memiliki rencana aksi perdamaian ini tentunya berkoordinasi langsung dengan Sutiyoso. Salah satu yang dikhawatirkan adalah adanya kendaraan bernomor plat B yang datang ke Bandung sering kali di jahili oleh para bobotoh yang sedikit rasis, memang, perilaku itu salah dan tak semua kendaraan bernomor plat B datang dari Jakarta. Belum lagi kendaraan yang berwarna oranye acap kali dianggap sebagai pendukung Persija yang singgah di Bandung.
Selama pertemuan itu sempat dikatakan 10% orang-orang yang tidak setuju atas perdamaian ini. Namun apabila diteliti secara benar, apakah mungkin tepat pada angka 10%? Banyak sekali Mention yang singgah pada akun Twitter Bobotoh Persib yang menyuarakan bahwa mereka menolak lupa atas kejadian Rangga di GBK. Ada juga yang memilih diam karena diyakini merekapun bingung atas situasi ini. Dilihat dari pihak TheJak sendiri yang terakhir membuat kekacauan dengan mengeroyok Rangga di Jakarta, sama sekali tidak terdengar seruan damai. Penulispub menolak melihat video pemukulan Rangga di GBK, namun setelah beberapa minggu akhirnya dapat memberanikan diri. Rangga bukanlah orang yang penulis kenal, bukan pula saudara atau teman, namun rasanya hati ini sakit melihat video yang diunggah lewat Youtube itu. Betapa biadabnya para TheJak Mania, apalagi tawa dan jempol yang mereka tunjukkan dalam video tersebut membuat semua para Bobotoh geram. Mana rasa penyesalan mereka? Tidak terlihat.
Tentunya ini membuat para Bobotoh heran. Salah seorang pengguna akun Twitter dengan polos menulis status “Naha ieu asa Viking nu hayang damai pisan, ari TheJak na kamana? Asa euweuh sora na, padahal nu terakhir ngajieun perkara teh budak TheJak!. Perkataan itu dianggap benar, para Bobotoh sulit mencari statement pihak TheJak yang menyuarakan perdamaian. Bagaimana dengan kasus Rangga yang dianggap belum tuntas?
Dilema ini mulai menghantui, sebagian Bobotoh yang belum mau berdamai terkesan dipaksa untuk mengatakan YA pada rencana wali kota. Namun apabila perdamaian ini tidak dilaksanakan, mau sampai kapan permusuhan ini berlangsung? Sampai anak dan cucu kita merasakan perkelahian sepak bola? Bagi para Bobotoh yang merasa telah dirugikan oleh pihak TheJak menganggap, masih ada banyak alasandiluar kematian Rangga, mengapa mereka harus mempertahankan permusuhan ini. Terlebih lagi sikap dingin yang ditunjukan pihah TheJak Mania atas aksi perdamaian.
Bisakah kita keluar dari permasalahan ini? Tanpa adanya rasa dendam yang tersisa, dapatkah Viking Persib dan TheJakMania Persija berdamai? Inilah yang harus dapat diselesaikan terutama bagi pihak yang dianggap elit atau tinggi, bukan dengan adanya faktor kampanye atau cari muka, tapi untuk kebaikan kita bersama.
Penulis : Putri – Redaktur #BOTN








ĴƍЛ gegabah dulu’ pihak The Jak blum merespon ϋη†̥ϋк q†̥α damai, bLum dpt surat penjanjian tertulis. Ќεήåpªª q†̥α Ɣα̍̍̊nƍ hrus keukeuh nu ka jakarta_ aneh curiga berunsyur politik nih
duh ck ck ck . . . asa ku beurat euy. . .
mending HUKUMan Heula tah pelaku nu ngGebugan dulur urang Rangga. . .
Krek ngomongkn PERDAMAIan jng c’Koplokjak
Politik euy ieu mah.. Bobotoh nu d jual jang kepentingan jabar 1..
ulah ceurik lads, kenyataan memang menyakitkan
the jack akan musnah seiring dgn bangkrutnya persija, yg tinggal menunggu waktu saja
asal uing ngarep2 perdamaian eta, tapi sa enggeus kajadian kamari asa beurat uy, mun bisamah tuntaskeun hela we kajadian kamari
gak ada salahnya memulai duluan… bukankah ini membuat bobotoh lebih bermartabat, daripada tunggu-tungguan eh malah gak jadi damai. yang penting tunjukin dulu niat baik kita. hidup bobotoh