Jangan Buat Ini Lebih Lama, Pangeranku..

Penulis : Rika Yunita

Tanpa sengaja aku klik salahsatu thread di forum itu. Judulnya “Video dan foto perayaan Sang Juara Liga Premier Inggris, The Citizen”. Kubuka satu-satu spoilernya. Aku tersenyum melihat kemeriahannya. Luar biasa, seperti aku bisa merasakan atmosfir di kota Manchester sana. Puluhan bahkan ratusan ribu orang berbaju biru muda memadati jalan yang merupakan rute perjalanan bis terbuka pasukan Biru Langit mengarak piala kebanggaan yang telah ditunggunya selama 44 tahun.

Aku bukan penggemar Manchester City, tapi entah mengapa… merinding aku melihat gambar-gambar yang terpampang di hadapanku. Euforia kemenangan itu, ekspresi-ekspresi penuh gairah itu, kepuasan dan kebahagiaan itu… semuanya larut… lalu tumpah ruah menjadi menjadi satu karena pastinya tak terbendung lagi.

Aku menghela nafas panjang, lalu menatap gelang di tangan kiriku. Gelang biru yang selalu kupakai kemanapun aku pergi. PERSIB. Fasih sekali aku membaca tulisan di tengahnya. Ku tatap lagi monitor, tak terasa aku menghela nafas panjang. Ada Sesak yang tiba-tiba datang memenuhi dadaku. Mataku sedikit berat, sedikit penuh oleh genangan air yang tiba-tiba menyeruak memaksa keluar.

Aku membayangkan andai yang berdiri di atas bis itu adalah Hariono, Maman, Budiawan, Along, Abanda, Radovic, Zulkifli, semua punggawa Maung Bandung, dengan piala kebanggaan di tangan mereka. Lalu bendera yang berkibaran itu adalah putih biru dengan berbagai macam slogan dan gambar ‘maung’, orang-orang yang penuh sesak itu adalah bobotoh yang memakai baju ‘bulao’, dan yang pasti, aku menjadi salahsatu diantaranya, berada di antara kemeriahan itu… menyanyikan lagu-lagu kebangsaan Persib. Sejenak aku tertawa geli menatap wajah Mancini yang sama sekali belum bertransformasi menjadi siapapun dalam bayanganku. Ah, coach…???

Kurasakan ada yang menghangat di dadaku. Rasa ini, rindu… rindu sekali aku pada rasa menggelegak tak tertahan saat Persib menjadi juara Liga Indonesia 17 tahun lalu. Rindu… aku melihat mata-mata berlinang kebahagiaan menyambut pasukan Maung Bandung mengarak piala liga Indonesia. Rindu… aku merasakan emosi luar biasa tak tertahankan yang melahirkan teriakan kemenangan tak berirama saat melihat kejayaan Pangeran Biruku.

Dan tahun ini, sepertinya aku harus kembali mengubur lagi kerinduan itu, membiarkannya menjadi bara, untuk kembali dinyalakan tahun depan. Tak ingin Persib-ku seperti The Citizen, yang harus menunggu 44 tahun untuk kembali menjadi juara. Karena waktu 17 tahun pun sudah sangat menyiksaku…

Jangan buat ini lebih lama lagi, Pangeranku…