Perlunya Jendral Lapangan Tengah

Penulis : Yogie Prayoga

Setelah pembelian dua bomber baru Along dan Marcio tentunya kita tak perlu meragukan lagi kualitas lini depan Persib. dengan kemampuan dan kualitas kedua striker baru ini sudah seharusnya Persib bisa mencetak banyak gol. Tetapi melihat permainan Persib melawan Gresik United kemarin tentunya bobotoh masih menyimpan kekhawatiran dengan ketajaman Persib dalam mencetak gol.

Menurut opini dan analisa saya sesungguhnya permasalahan bukan pada kurang tajamnya striker, namun supply bola dari lini tengah yang sangat minim. Sebagai sosok seorang playmaker,menurut saya Miljan kurang berhasil memberikan umpan-umpan kreatif kepada kedua striker, Miljan pun jarang menjemput bola sedikit turun ke lini blakang, bahkan terkadang Miljan terlalu lama memegang bola. Namun memang Miljan memiliki kelebihan pada eksekusi bola mati meskilpu sekarang sudah banyak eksekutor bola mati yang sama baiknya seperti Robbie, dan Marcio. Tapi selebihnya miljan kurang efektif berperan sebagai playmaker.

Agung pada saat bermain melawan Gresik United bermain sebagai gelandang bertahan, namun mungkin karena Agung jarang dimainkan di posisi ini, dia masih terlihat sangat gugup. ketika Robbie bermain, ia lebih berhasil memerankan posisi tersebut, Robbie lebih terlihat lugas memotong serangan dan juga menjadi jangkar. Kemudian di sisi sayap, Atep sepanjang babak pertama bermain kurang baik, terlalu banyak menunggu di kiri luar jarang turun menjemput bola, sebenarnya aktifitas menjemput bola adalah keharusan untuk semua pemain tengah depan agar gap(jarak) antara lini depan dan dan belakang tidak terlalu jauh, inipun meminilamisir pemain belakang banyak melakukan umpan panjang. selain itu Atep mun tercatat hanya berhasil mengirimkan 2-3 umpan crossing untuk para striker, padahal inilah “TUGAS UTAMA” dia sebagai seorang gelandang sayap.

beruntung gol nya di menit ke 69 menutupi kekurangan permainannya. sama halnya dengan Atep, Ilham pun sangat jarang mengirimkan umpan crossing ke area penalti. ilham lebih banyak melakukan akselerasi, dan solo run, itu hal yang positif meskipun tak jarang ia sering kehilangan bola. untuk gelandang sayap yang ada sebenarnya sudah cukup baik namun perlu lebih banyak melkukan akselerasi di sayap kemudian membeli umpan silang, agar striker lebih banyak mendapat peluang.

Rekomendasinya adalah memang dibutuhkan seorang gelandang serang atau playmaker yang mampu memberikan umpan-umpan yang akurat kepada striker, dan tentunya juga diharapkan pemain tersebut memiliki daya jelajah tinggi agar rela menjemput bola juga menjadi penyerang lubang. karena memang inilah kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang gelandang serang.