Putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 telah usai, yang mana pada klasmen sementara ISL menempatkan posisi tim Persib Bandung di urutan ke 7 dengan poin 25 dari 17 kali main dengan rincian 7 kali menang, 4 kali draw, dan 6 kali kalah. Melihat klasmen sementara ISL ini tentu membuat jajaran manajemen Persib Bandung cukup gerah dengan kondisi tim yang notabene diisi pemain top, suporter yang fanatik dan dari sisi finasial pun kubu Persib Bandung tidak memiliki masalah. Memang ini menjadi hal yang aneh, ada apa sebenarnya yang terjadi di tim Persib Bandung ini? Mungkin beberapa orang memikirkan hal ini.
Setelah berhasil menjadi kampiun di Liga Indonesia ke 1 (Liga Dunhill) seakan prestasi klub yang disebut Maung Bandung ini seakan semakin merosot dan semenjak menjadi kampiun tersebut Persib Bandung belum pernah lagi mengangkat Tropi juara yang sangat diharapkan oleh para pendukungnya.
Pemberitaan di media pun berkembang cepat bahwa yang membuat Persib Bandung masih tercecer di urutan ke 7 pada musim 2011-2012 ini adalah karena pelatih kepala yang sedang menjabat yakni (Drago Mamic) tidak bisa mengangkat prestasi klub yang dibanggakan oleh warga jawa barat tersebut. Isu pergantian pelatih pun mencuat seiring dengan hasil buruk Persib Bandung di kancah Indonesia Super League (ISL) 2011-2012. Akan tetapi keputusan untuk mengganti pelatih kepala saat ini masih harus dibicarakan pihak manajemen tim dan pihak PT. PBB yang harus melalui evaluasi secara menyeluruh untuk menyimpulkan kekurangan dan akar permasalahan apa yang membuat prestasi Persib Bandung tidak kunjung sesuai harapan para pendukungnya, apakah hanya dari sisi pelatih atau ada aspek lain yang mempengaruhi kondisi tim ini sehingga belum menunjukan kembali prestasi terbaiknya.
Sementara isu pergantian pelatih masih dibahas oleh pihak manajemen tim dan PT. PBB, mungkin penulis ingin sekedar memberikan saran atau opininya tentang sosok pelatih yang tepat jikalau memang hasil evaluasi tersebut menghasilkan harus dilakukan pergantian pelatih kepala Persib Bandung.
Untuk pelatih lokal penulis masih sangat mengharapkan sosok pelatih yang berhasil membawa Persib Bandung yang menjadi Kampiun Liga Indonesia Ke 1 (Liga Dunhill) serta membawa tim ini lolos ke fase perempat final Liga Champion Asia (LCA) yang merupakan prestasi tertinggi yang pernah dicapai klub di indonesia. Sosok pelatih tersebut adalah Drs. H. Indra Mohammad Tohir atau Indra Tohir yang sering kita kenal memiliki gaya kepelatihan keras dan tidak pernah menganak emaskan para pemainnya. Penampilannya yang kalem, ditemani asap rokok kretek yang selalu mengepul dari mulutnya menjadi khas penampilan keseharian pelatih yang hobi golf ini.
Sedangkan untuk pelatih asing sendiri penulis menyarankan menggunakan pelatih yang telah berpengalaman dan telah mengantarkan tim nya meraih gelar juara di indonesia, sosok yang tepat untuk pelatih impor ini saya kira bisa dijatuhkan ke mantan pelatih Arema Indonesia yang saat ini masih menangani tim Malaysia, Sarawak FA yakni Robert Rene Alberts. Pelatih ini telah memiliki pengalaman dan telah mengantarkan tim Arema Indonesia menjadi kampiun Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 dan Runner-up Piala Indonesia 2010. Prestasi yang cukup luar biasa sebenarnya yang didapat pelatih berkebangsaan belanda ini, dikala itu pelatih yang sering tampil dengan celana pendeknya membawa Arema Indonesia menjadi kampiun dengan sederet pemain-pemain muda yang belum diketahui bakatnya oleh sepak bola nasional, sepeti : Ahmad Bustomi, Dendi Santoso, sampai dengan Kurnia Meiga yang saat ini telah membela panji garuda.
Ya kita tunggu saja hasil evaluasi yang akan dilakukan oleh pihak manajemen tim dan PT.PBB, apapun hasil evaluasi tersebut semoga bisa mengangkat prestasi Persib Bandung depannya dan meraih juara pada musim ini. “Sarasa Sajiwa Keur Persib Bobotoh Maritim Politel”
Rian Dwi Oktavian
Mahasiswa Politeknik Telkom
Teknik Komputer 2009









sakali dui lur..kuring mh embung ngadangu kakacau-an jeung silih salahkan t hndap tepi kaluhurna..kuring mh hyang sangkan kompak t mimiti manage tpi k bobotoh na nu saalam dunya..geus teu wanci urg slih salahkan.t mulai ayna mh urg silih ngarojong nunjukeun yen BANDUNG teh AYA lain PEUYEUM wae tp PERSIB SI LAUTAN BIRU. .MAUNG BANDUNG lain MAUNG NU BINGUNG. .s kbyan urg sunda tp urg sunda lain jiga s KABAYAN . . .BRAVO SIB. . . .kuring ngawakilan bobotoh sa alam dunya AREK SATIA NONTON NGADUKUNG ILAING…
kuring mh teu paduli saha nu ngalatih. .nu penting persib juara..pamaena seurius hyang mawa ngaran BANDUNG lautan juara…
robert rene alberts cukup menjanjikan dan dapt dipertimbangkan
TEU AYA NU SALAH DULUUR.. DA NMI NA G PERMAINAN.. AYA ELEH AYA MNANG..
LMUN HYANG MNANG TLUUY MAH.. MAENA JNG BDAK “SD”…
sudah seharusnya jajaran PT PBB dan bobotoh untuk bertindak sepertinnya ada yang salah di tubuh persib setelah persib juara Liga I, persib sudah dibayang-bayangi oleh banyaknya yang turut campur kepengurusan persib sehingga bukannya mendatangkan JUARA malah terperosok lebih jauh lagi sampai hampir terdegradasi, setelah dari juara itu pengurus-pengurus banyak yang ikut campur dalam hal pekerjaan pelatih, jangan jauh-jauh selama kepengurusan yang sekarang di pegang oleh sang manajer (UM) persib malah semakin semrawut pikiran sang manajer mungkin dengan membeli pemain-pemain bintang akan bisa berjaya secepatnya dengan mengesampingkan kebutuhan sang pelatih, karena di persib selama dipegang UM sudah beberapa kali mengganti pelatih dan sang pelatih tidak bisa memilih pemain sesuai keinginnya melainkan harus rekomendasi dari sang Manajer dan sudah bisa dibaca hasilnya NOL BESAR jangankan untuk posisi juara posisi runer-up pun masih jauh. padahal para pelatih yang selama ini yang mengundurkan diri dan di pecat semuanya pelatih yang bagus tapi apa daya pelatih tidak bisa bergerak leluasa dan selalu ada intervensi akhirnya pelatih pun gagal, dari jaman arcan iurie persib sudah dalam posisi bagus tapi di paruh kedua karena pemain yang tidak disukai, pemain dibuang dan akhirnnya posisi persib merosot dan karena tekanan pelatihpun mengundurkan diri, untuk jaya hartono mungkin pelatih ini yang agak bisa lama di persib karena pelatih menurut sama sang manajer tapi musim kedua BANYAK TEKANAN akhirnya sang pelatih pun mengundurkan diri. DANIEL DARKO Pelatih ini pelatih yang disiplin tinggi dan tidak mau diintervensi sehingga membuat berang sang manajer belum sampai liga bergulir karena ada kejadian gelas pecah akhirnya pelatih pun dipecat dan sang manajer membela yang memecahkan gelas yang tidak mau disiplin, pergantian DARKO ke JOVO sudah diintervensi terlebih dahulu sang manajer apabila 3 kali kalah pelatih di pecat akhirnnya JOVO pun tidak bisa tenang dalam hal melatihnya, pergantian ke DANIEL RUKITO pelatih ini mungkin hanya bertahan setengah musim tetapi pelatih ini yang bisa dibilang dapat enjoy karena bisa menarik simpati sang manajer, karena keinginan sang manajer supaya pemain-pemain keinginan dia bisa bergabung sanga manajer mengontrak pemain terlebih dahulu sebelum pelatih DRAGO MAMIC datang mungkin sang manajer dengan pemain-pemain ini bisa dapat juara walaupun bukan pilihan pelatih, akhirnnya dengan pemain-pemain yang sudah ada dan 90% bukan pilihan sang pelatih pun dengan sukarela melatihnya dan apa daya ditenga-tengah perjalanan melatihnya intervensi dan tekanan selalu datang dengan dalih pemain ini dan itu jelek jangan dimainkan sehingga pemain dan pelatih pun tidak bisa konsentrasi. dan akhirnnya juga pelatih pun mengundurkan diri.
Mungkin itu kisah yang bisa dijadikan pelajaran dan bisa jadi ini adalah karma untuk persib karena selalu menjelekan para pemain dan pemain pun sakit hati, dan mungkin saja pemain berdoa untuk persib selalu gagal.
APAKAH BOBOTOH AKAN SELALU TINGGAL DIAM MENYAKSIKAN TEAMNYA SELALU MENDAPAT KEGAGALAN DEMI KEGAGALAN
KAPAN KITA BERTINDAK?
PERSIB ITU MILIK SIAPA?
SIAPA YANG BERHAK MENENTUKAN TIM INI ?
SIAPA YANG SALAH ?
a. PELATIH
b. MANAJER
c. PEMAIN
d. BOBOTOH
e. dll